![]() |
| Tugas Desain Grafis hahaha lumayan :D masih belajar kan.. ^_^ |
Assalamu'alaikum teman-teman, semoga kalian suka melihat blog saya, dan tidak membuat kalian bosan.. Selamat Melihat...
Sabtu, 08 Juni 2013
Sabtu, 01 Juni 2013
Membatik-Seni Rupa kelas X8 dan X9 (Smagi)
Ini adalah tahap mencanting batik dengan malam/lilin yang dilelehkan
| kebersamaan yang terasa ketika saya dan teman-teman seni rupa lainnya mengerjakan setiap proses yg diberikan guru kami. |
| menunggu malam/lilin meleleh |
| Bu Rita (Guru seni rupa) sedang memberikan contoh proses mencanting yang baik kepada anak-anak seni rupa X8/X9 |
| proses mencanting |
| menghilangkan penat dengan berfoto bersama (Nuril dan Wulan) :D |
| memasuki tahap pewarnaan oleh cat pewarna kain |
| inilah hasil pewarnaan dari kelompok saya (Rumaisah dan Nuril Oktaviani) |
Jumat, 31 Mei 2013
Lirik Lagu Maaf Tuk Berpisah-Tashiru
Tashiru - Maaf Tuk Berpisah (Album : Optimis Sajalah)
Kau tahu tentang diriku yang selalu mengenangmu selamanya
Kini kusadari
Bahwa semua itu
Adalah salah, juga keliru
Akan membuat hati menjadi ternodai
Reff..
Maafkanlah segala khilaf yang tlah kita terlewati
Tlah membawamu kedalam jalan yang melupakan tuhan
Kita memang harus berpisah
Tuk menjaga diri
Untuk kembali mngarungi hidup
Dalam ridho ilahi
Kutahu bahwa dirimu
Mendambakan kasih suci yang sejati yeee
Kuyakin bahwa dirimu
Merindukan kasih sayang yang hakiki
Kini kusadari
Bahwa semua itu
Adalah salah, juga keliru ooo
Akan membuat hati menjadi ternodai
Back to reff.
Dan bila takdirnya kita bersama
Pastilah Allah akan menyatukan kita oooooo
Kamis, 11 April 2013
Renungkan dan Kajilah!!
Pidato Kelulusan Pelajar SMA yang
menggetarkan dan menggugat kesadaran kita atas makna sistem pendidikan, pidato
ini diucapkan oleh Erica Goldson, pelajar di Coxsackie-Athens High School, New
York, tahun 2010.
“Saya
lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang
menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun,
setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar
dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya
memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya
dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.
Di
sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti
periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap
berikut yang akan datang kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas
yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.
Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”
Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.
Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?
Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan…….”
#subhanallah... :)
Bagaimana
pendapat kalian tentang ini??
Tolong sampaikan pada dia
Tolong sampaikan
pada dia...
Tolong beritahu si dia aku ada
pesan untuknya..
Tolong beritahu si dia, cinta agung ini adalah cintaNya..
Tolong beritahu si dia, cinta manusia bakal membuatnya alpa..
Tolong nasihati si dia, jangan mencintaiku lebih dari dia mencintai Yang Maha Esa..
Tolong nasihati si dia, jangan mengingatku lebih dari dia mengingat Yang Maha Kuasa..
Tolong nasihati si dia, jangan mendoakanku lebih dari dia mendoakan ibu bapanya..
Tolong katakan pada si dia, dahulukan Allah karena di situ ada syurga..
Tolong katakan pada si dia, dahulukan ibu bapaknya kerana di telapak itu syurganya..
Tolong ingatkan si dia, aku terpikat kerana imannya bukan rupa..
Tolong ingatkan si dia, aku lebih cintakan zuhudnya bukan harta..
Tolong ingatkan si dia aku kasihinya karena santunnya..
Tolong tegur si dia, bila dia mulai mengagungkan cinta manusia..
Tolong tegur si dia, bila dia tenggelam dalam angan-angannya..
Tolong tegur si dia, andai nafsu mengawal fikirannya..
Tolong sedarkan si dia, aku milik Yang Maha Esa..
Tolong sedarkan si dia, aku masih milik keluarga..
Tolong sedarkan si dia, tanggungjawabnya besar kepada keluarganya..
Tolong sabarkan si dia, usah ucap cinta di kala cita-cita belum terlaksana..
Tolong sabarkan si dia, andai diri ini enggan dirapati kerana menjaga batasan cinta..
Tolong sabarkan si dia, bila jarak mejadi penyebab bertambah rindunya..
Tolong pesan padanya, aku tidak mau menjadi fitnah besar kepadanya..
Tolong pesan padanya, aku tak mau menjadi puncak kegagalannya..
Tolong pesan padanya aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya..
Tolong khabarkan pada si dia, aku tidak mau membuat dia terlena..
Tolong kabarkan pada si dia, aku mau dia berjaya dalam impian dan cita- citanya..
Tolong kabarkan pada si dia, jadilah penyokong dalam kejayaanku..
Tolong sampaikan pada si dia, aku mendambakan cinta suci yang terjaga..
Tolong sampaikan pada si dia, cinta kerana Allah tidak ternilai harganya..
T`olong sampaikan pada si dia, hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa..
Tolong sampaikan kepada si dia karena aku tidak mampu memberitahunya sendiri..
Hanya engkau Ya Allah mengetahui siapa si dia.. :)(:
Tolong beritahu si dia, cinta manusia bakal membuatnya alpa..
Tolong nasihati si dia, jangan mencintaiku lebih dari dia mencintai Yang Maha Esa..
Tolong nasihati si dia, jangan mengingatku lebih dari dia mengingat Yang Maha Kuasa..
Tolong nasihati si dia, jangan mendoakanku lebih dari dia mendoakan ibu bapanya..
Tolong katakan pada si dia, dahulukan Allah karena di situ ada syurga..
Tolong katakan pada si dia, dahulukan ibu bapaknya kerana di telapak itu syurganya..
Tolong ingatkan si dia, aku terpikat kerana imannya bukan rupa..
Tolong ingatkan si dia, aku lebih cintakan zuhudnya bukan harta..
Tolong ingatkan si dia aku kasihinya karena santunnya..
Tolong tegur si dia, bila dia mulai mengagungkan cinta manusia..
Tolong tegur si dia, bila dia tenggelam dalam angan-angannya..
Tolong tegur si dia, andai nafsu mengawal fikirannya..
Tolong sedarkan si dia, aku milik Yang Maha Esa..
Tolong sedarkan si dia, aku masih milik keluarga..
Tolong sedarkan si dia, tanggungjawabnya besar kepada keluarganya..
Tolong sabarkan si dia, usah ucap cinta di kala cita-cita belum terlaksana..
Tolong sabarkan si dia, andai diri ini enggan dirapati kerana menjaga batasan cinta..
Tolong sabarkan si dia, bila jarak mejadi penyebab bertambah rindunya..
Tolong pesan padanya, aku tidak mau menjadi fitnah besar kepadanya..
Tolong pesan padanya, aku tak mau menjadi puncak kegagalannya..
Tolong pesan padanya aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya..
Tolong khabarkan pada si dia, aku tidak mau membuat dia terlena..
Tolong kabarkan pada si dia, aku mau dia berjaya dalam impian dan cita- citanya..
Tolong kabarkan pada si dia, jadilah penyokong dalam kejayaanku..
Tolong sampaikan pada si dia, aku mendambakan cinta suci yang terjaga..
Tolong sampaikan pada si dia, cinta kerana Allah tidak ternilai harganya..
T`olong sampaikan pada si dia, hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa..
Tolong sampaikan kepada si dia karena aku tidak mampu memberitahunya sendiri..
Hanya engkau Ya Allah mengetahui siapa si dia.. :)(:
Bahasa Cinta Ala Kimia
Ku Pikir Hati mu bagaikan Natrium ( Na ) yang sudah luruh
hanya dengan Air Dingin
Hati mu juga bukan lah Ferrum ( Fe / Besi ) yang meluruh
dengan air panas
Hati mu juga bukan seperti Plumbum ( Pb / Timbal ) yang
bisa diluruhkan dengan H2SO4
namun Hati mu juga bukan juga seperti Cuprum ( Cu /
Tembaga ) yang sudah meluruh dengan HN03
sepertinya Hati mu adalah Aurum ( Au / Emas ) yang hanya
mampu DiLURUHKAN dengan Air Raja ( Aqua Regia )
sayang aku tak memilikinya ( sehingga aku pun tak mampu
meluruhkan hati mu )
dalam SPU
kupikir hati mu Golongan I A ( Alkali Tanah ) yang
cenderung melepaskan 1 elektron ke pasangannya
kupikir hati mu Golongan VII A ( Halogen ) yang cenderung
menerima 1 elektron dari pasangannya
sayangnya hati mu bagaikan Gas Mulia ( VIII A ) yang tak
mau menerima dan memberi 1 elektron-pun
Senin, 08 April 2013
"Ketika Cinta Ber-Tajwid"
Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah. hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.^_^ subhanallah..
Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billagunnah, terlihat tapi dianggap tak ada.
Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang.
Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.
Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba - tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu.
Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil, paling panjang di antara yang lainnya.
Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro, terpantul- pantul dengan keras.
Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.
Sayangku padamu seperti mad thobi’i dalam Quran. Buanyaaakkk beneerrrrr :D
Semoga dalam hubungan kita ini kayak idgham bilagunnah, cuma berdua, lam dan ro’.
Layaknya waqaf mu’annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya. DIA atau aku?
Meski perhatianku tak terlihat seperti alif lam syamsiah, cintaku padamu seperti alif lam Qomariah, terbaca jelas.
Kau dan aku seperti Idghom Mutaqorribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.
Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim, berhenti sempurna di akhir hayat.
Sama halnya dengan Mad ‘aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.
Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di pikiranku.
Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun :D
*sumber https://twitter.com/khodroou
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)