> -->

Rumaisah

Assalamu'alaikum teman-teman, semoga kalian suka melihat blog saya, dan tidak membuat kalian bosan.. Selamat Melihat...

Laman

  • Beranda
  • ART
  • TUTORIAL TIK
  • MY GALERY
  • MOTIVATION
  • CREATION & INOVATION
  • MORE
  • STUDY LANGUAGE
WELCOME TO MY BLOG (TRY TO DO IT, THE BEST)

Kamis, 11 April 2013

Bahasa Cinta Ala Kimia


dalam deret Volta
Ku Pikir Hati mu bagaikan Natrium ( Na ) yang sudah luruh hanya dengan Air Dingin
Hati mu juga bukan lah Ferrum ( Fe / Besi ) yang meluruh dengan air panas
Hati mu juga bukan seperti Plumbum ( Pb / Timbal ) yang bisa diluruhkan dengan H2SO4
namun Hati mu juga bukan juga seperti Cuprum ( Cu / Tembaga ) yang sudah meluruh dengan HN03
sepertinya Hati mu adalah Aurum ( Au / Emas ) yang hanya mampu DiLURUHKAN dengan Air Raja ( Aqua Regia )
sayang aku tak memilikinya ( sehingga aku pun tak mampu meluruhkan hati mu )

dalam SPU
kupikir hati mu Golongan I A ( Alkali Tanah ) yang cenderung melepaskan 1 elektron ke pasangannya
kupikir hati mu Golongan VII A ( Halogen ) yang cenderung menerima 1 elektron dari pasangannya
sayangnya hati mu bagaikan Gas Mulia ( VIII A ) yang tak mau menerima dan memberi 1 elektron-pun

Diposting oleh Rumaisah di 08.02 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 08 April 2013

"Ketika Cinta Ber-Tajwid"


Saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan saktah. hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billagunnah, terlihat tapi dianggap tak ada.

Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang.

Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba - tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain, melebur jadi satu.

Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil, paling panjang di antara yang lainnya.

Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro, terpantul- pantul dengan keras.

Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.

Sayangku padamu seperti mad thobi’i dalam Quran. Buanyaaakkk beneerrrrr :D

Semoga dalam hubungan kita ini kayak idgham bilagunnah, cuma berdua, lam dan ro’.

Layaknya waqaf mu’annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya. DIA atau aku?

Meski perhatianku tak terlihat seperti alif lam syamsiah, cintaku padamu seperti alif lam Qomariah, terbaca jelas.

Kau dan aku seperti Idghom Mutaqorribain, perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

Aku harap cinta kita seperti waqaf lazim, berhenti sempurna di akhir hayat.

Sama halnya dengan Mad ‘aridh dimana tiap mad bertemu lin sukun aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

Layaknya huruf Tafkhim, namamu pun bercetak tebal di pikiranku.

Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro’ saja, begitu juga aku yang hanya untukmu.

Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun :D
^_^ subhanallah..
*sumber https://twitter.com/khodroou



Diposting oleh Rumaisah di 08.48 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Jumat, 29 Maret 2013

Puisi-Cita-Cita

Rasa hati ingin menggapaimu
Untuk masa depanku
Membaca sebagai hobiku
Aku selalu menuntut ilmu
Ilmu yang aku cita-citakan
Sebagai panduan kehidupan
Agar dapat meniti jalan
Hingga aku mencapai harapan

SEMANGAT!!

Diposting oleh Rumaisah di 01.10 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: PUISIKU_Rumaisah

Jumat, 23 November 2012

Folklor - ASAL USUL DESA KLATAK


Pada jaman dahulu di suatu tempat dengan posisi geografis sebelah utara kota Banyuwangi merupakan wilayah yang dikenal sebagai tempat yang tandus dan berbatuan. Wilayah tersebut memanjang ke utara sepanjang pantai dan belum banyak orang yang menghuninya kecuali beberapa keluarga perantau yang hidup sederhana dan bergerombol. Dari beberapa keluarga tersebut mencoba berinisiatif menanam pohon-pohon sebagai tanaman produktif maupun tanaman tanaman peneduh, ternyata tidak banyak yang hidup atau cocok karena tandus dan panasnya iklim di daerah tersebut juga karena struktur tanahnya yang bebatuan. Hingga suatu-waktu ditemukanlah tanaman yang cocok untuk wilayah tersebut yaitu pohon kelapa dan tanaman kelor yang akhirnya banyak ditanam memenuhi wilayah tersebut.
          Setelah beberapa tahun kemudian, ketika banyak tanaman kelapa yang sudah besar dan saatnya panen ada sebuah keluarga di antara beberapa penghuni daerah tersebut yang hampir mengusai lebih dari setengah wilayah dan setengah lagi dimiliki oleh tidak banyak keluarga lagi. Oleh karena itu untuk memanen kelapa rasanya sangat membuat kewalahan, hingga sewaktu-waktu terpikir oleh keluarga-keluarga tersebut untuk membuat semacam kendaraan khusus dari kayu yang ditarik dengan sapi,sebagian keluarga cukup memakai bantuan tenaga kuda piaraannya yang kaki-kakinya dilapisi dengan sepatu sebagai pelindung di daerah yang cukup banyak batuannya tersebut. Lalu karena daerah tersebut sudah semakin pesat daaerah perdagangannya, ada sekelompok orang dari daerah lain yang bertanya-tanya apakah nama desa tersebut. Sampai pada akhirnya berita tersebut sampai ketelinga saudagar yang menguasai sebagian daerah tersebut untuk memberi nama daerah tersebut sebagaimana yang diinginkan oleh orang-orang daerahnya. Akhirnya sang saudagar sekaligus kepala daerah tersebut memutuskan untuk memberinya nama yang didasarkan atas kejadian sehari-sehari di daerah tersebut yaitu ketika panen kelapa dengan menggunakan kendaraan dokar atau cikar dan kelapa tersebut dibawa ke daerah lain karena strukrur tanah yang bebatuan terdengarlah suara klotak… klotak… klotak… dari roda kendaraan dokar atau cikar tersebut. Dari sinilah sang saudagar berinisiatif memberi nama daerah tersebut dengan sebutan Klotak. Tetapi dengan adanya perkembangan jaman, orang di daerah tersebut dan sekitarnya lebih mengenalnya dengan sebutan Klatak. Dan pada akhirnya daerah tersebut terkenal dengan julukan Desa Klatak hingga saat ini.


Penulis      : Rumaisah
Kelas          : X9
No.Absen  : 25
  Referensi   : Didasarkan pada cerita yang berkembang di daerah
                        sekitar tersebut.

Diposting oleh Rumaisah di 04.54 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 01 September 2012

video yang aku udah bikin

video ini aku bikin nggak seberapa bagus karena aku juga belum ahli bikin seperti ini tetapi  video di atas ini akan menjadi kenangan yang nggak pernah bisa dilupakan.. huhuhu jadi kangen my friends in PERSEA :')

next!!

karena ini lagu terbaru saat itu dari afgan and aku suka jadi aku coba langsung bikin videonya, meskipun gambarnya dari aku sendiri..  :D

ini video geje banget karena aku bikinnya pas lagi nganggur and aku suka lagu ini... bikin terharu mulu apalagi ada foto tetangga dekatku yang udah kayak kakak.. tapi aku senang liat ini..

okey... kayaknya cuma ini doank.. kayaknya isi blogku bnyak yang geje.. but
ya udah deh... dari pada nggak diisi sama sekali. hmmm.......... see you next time!! :D


Diposting oleh Rumaisah di 20.55 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 04 Juni 2011

Kesaksian-Kesaksian….. dari ust Hilmi hingga detik.com (in memoriam, Yoyoh Yusroh)

Usai mensholatkan jenazah (alm) Yoyoh Yusroh, Ust. Hilmi Aminuddin (Ketua Majlis Syuro DPP PKS) menceritakan kisah hidup bunda Yoyoh. Terbata-bata. Sembab. Ust Hilmi bertutur:   “Saya kenal sejak pertengahan 80-an, saat beliau masih mahasiswi IAIN Ciputat. Tak hanya mendengarkan ceramah, Yoyoh komitmen untuk ikut dalam gerakan dakwah. Dia tak hanya mendengar tapi berbuat.”   “Ketika saya dipenjara Soeharto Orba 2 tahun, dia sabar terus dakwah. Keluar penjara, saya dilapori perkembangan dakwah dari beliau.”   “Suatu saat ketika sudah siap untuk menikah Yoyoh meminta dicarikan. Yoyoh bilang “yang menjadi suami saya adalah yang dipilih oleh jama’ah dan da’wah.”   “Kehilangan Yoyoh adalah kehilangan bagi dakwah internasional. Saya dapat ucapan takziah dari seluruh dunia. Dari jalur Gaza, mujahidin Palestina semua berdoa utk almarhumah. Pasukan perdamaian TNI di Darfur Sudan juga kirim takziah.”    (Yoyoh menjadi anggota dewan 3 periode sejak 1999. Pernah di komisi pendidikan, agama, terakhir di Komisi I (militer dan internasonal). Yoyoh berhasil menembus blokade Israel dan membawa bantuan masyarakat Indonesia ke jalur Gaza dan membantu buat rumah sakit di Gaza. Begitu pula di Sudan dengan misi perdamaian.)     ….   Tak hanya anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saja yang merasa kehilangan sosok almarhumah Yoyoh Yusroh. Anggota Partai Demokrat Ruhut Sitompul juga mengatakan sangat kehilangan atas kepergian wanita yang dikenal bersahaja tersebut.   “Orang baik memang selalu cepat dipanggil,” ujarnya saat ditemui di rumah duka, di Komplek DPR, Kalibata, Sabtu (21/5).   Menurutnya, Yoyoh adalah sosok yang sangat bersahaja. Ia juga dikenal mudah bergaul dengan siapa saja. Tak hanya kerap memperhatikan kinerja anggota fraksinya saja, Yoyoh juga sering memberikan motivasi pada fraksi lain.   “Orangnya sangat familiar. Di DPR juga ia bergaul dengan semua,” tambah Ruhut.   Pria kelahiran Medan tersebut juga menuturkan Yoyoh yang memiliki 13 anak juga berhasil dalam mendidikan putra putrinya. Ia menilai, semua anak dari Yoyoh merupakan sosok yang berhasil. (Republika)   ….   Cerdas, Santun dan Rendag Hati. Inilah penilaian Tantowi Yahya ketika menggambarkan sosok Yoyoh Yusroh. Sebagai sesama anggota komisi I DPR RI yang membidangi masalah internasional, anggota dari fraksi Golkar itu sangat mengagumi Yoyoh.   Ditemui di lokasi persemayaman almarhumah, di komplek perumahan DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, Tantowi mengaku sangat terkesan dengan sosok almarhumah. “Beliau adalah sosok yang sederhana, bersahaja, dan cerdas.”   Menurut Tantowi tidak ada sifat–sifat sirik dan benci yang biasa dimiliki oleh seorang politisi terhadap temannya dalam satu komisi. “Bagi bu Yoyoh, tidak ada kompetisi dalam teman sesama anggota satu komisi,” Hal ini diketahui Tantowi setelah bergaul dan bekerja cukup lama dengan ibu tiga belas anak tersebut. “Selain itu, beliau juga bukan orang yang pelit pujian. Kalau ada orang yang bertanya dan pertanyaan tersebut bagus, maka beliau langsung memujinya.”   Tantowi juga menambahkan, sebagai orang yang terhitung baru di dalam komisi I DPR RI, Yoyoh termasuk orang yang mudah beradaptasi dengan tugas pokok dan teman sesama anggota komis. “Padahal tugas pokok komisi I dan komisi VIII tempat beliau semula sangat berbeda,” ujarnya.   Menurut Tantowi, tidak hanya PKS saja yang kehilangan sosok wanita yang meninggal pada usia 49 tahun itu, tapi juga seluruh bangsa Indonesia. Almarhumah juga dinilai sebagai sosok yang sangat fokus terhadap isu Timur Tengah dan ketenagakerjaan. “Kalau untuk Timur Tengah, beliau sangat fokus terutama pada isu Palestina,”. Sedangkan untuk isu ketenagakerjaan, Tantowi menilai kepedulian Yoyoh disebabkan karena banyaknya jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. (Republika)   ….   “Kalau kita pernah ngobrol dg ustadzah Yoyoh Yusroh mk pasti kita akan merasakan semangat dakwah yg begitu menyala-nyala. insya Allah nyala semangat beliau akan terus diwarisi oleh mujahidah2 dakwah lain, termasuk yg blm lahir. selamat jalan, mujahidah yg istiqamah.. (Abdul Wahid Surhim, Kaderisasi DPP)   …   48 jam sebelum wafat, Ustadzah Yoyoh Yusroh sms pada seorang sahabatnya:  “Ya Rabb, aku sedang memikirkan bagaimana posisiku kelak di akhirat…. Mungkinkah aku brdampingan dg Khadijah ummul mukminin, atau Aisyah yang hafal 3500 hadits atau Ummu Sulaim yang sabar, atau Asma’ yg pandai menyiapkan kendaraan perang suami dan menyemangati putranya utk jihad. Ya rabb, tolong beri kekuatan agar bs berbincang dg mereka kelak di taman firdaus.”   Ini sms #Bunda Yoyoh 48 jam sblm wafat.    “Dan saya bersaksi, ia adalah salah satu hambaMu yang paling hamba, ya Rabb. Sungguh, saya tak pernah mengenal muslimah lain di negeri ini yang hidupnya lebih produktif dan efektif daripada beliau. Semoga Engkau memberi beliau tempat terbaik dan terindah di sisiNya. Amin.” (Helvy Tiana Rosa)   ….   “Ya Allah ya Rabb, Sy aboebakar alhabsyi bersaksi bahwa ustadzah yoyoh yusroh adalah min ahlilkhoir dan seorang mujahidah daiyah.” (Aboe Bakar Al-Habsy, aleg PKS DPR RI)   ….    “Ya ALLAAH dg segala kelemahanku aku bersaksi bhw ustzh Yoyoh adalah Da’I n Mujahidah, ikhlas berjuang, rendah hati n jauh dari riya n sum’ah.” (Nabiel Al-Musawa, aleg PKS DPR RI)    ….   Enam tahun yang lalu saya dan istri bertemu seorang ibu yang baik hati dalam penerbangan b.aceh-medan, beliau menyapa kami “kalian pengantin baru kan?” Saya dan istri mengangguk tersenyum malu tidak menyangka ada yang mengenal kami berdua sebagai pengantin baru. Beliau bertanya lagi “kalian relawan tsunami Aceh kan?”. “Betul Bu”. Saya pun semakin bingung kok beliau banyak tahu tentang kami. Beliau memperkanalkan diri “Saya Ibu Yoyoh”. Masya Allah seorang tokoh muslimah dari PKS begitu akrab menyapa kami. Itulah awal kami mengenal beliau. Hari ini Bu Yoyoh sudah kembali ke pangkuan ilahi, Innalillahi wa inna ilaihi Rajiun. (Wahyu de Mattawang)    ….     Salim A Fillah (twit):   • Hanya berkesempatan beberapa kali jumpa Bunda Yoyoh, saya selalu berada dalam perasaan antara takjub & malu. Satu saat, sebelum suatu acara di mana #Bunda #Yoyoh & P’ Budi Dharmawan menjadi pembicara serta saya sebagai moderatornya;    • Di belakang panggung tersaksikan suami-isteri itu bergandengtangan, saling bertatap sambil tersenyum, & saling menyimak-ulang hafalan Al Quran! MasyaaLlh.    • Saya bertanya, berapa Juz masing-masing mereka membaca Al Quran seharinya? Kata Bunda Yoyoh, “Sangat kurang dibanding apa yang harus kami penuhi selayaknya. Hanya 3 Juz.”    • Saya: “Bukannya P’ Budi & Bunda Yoyoh sibuk sekali, bagaimana bisa menyempatkan sebanyak itu?”   • “Justru karena sibuk & banyak hadapi aneka persoalan serta begitu beragam manusia, maka HARUS memperbanyak Al Quran”, kata Bunda Yoyoh.   • Saya juga ingat, P’ Budi kalau memanggil Bunda Yoyoh, “Istriku, Cintaku, Kasihku, Sayangku, Yoyoh yang Shalihah!”, pun di forum itu.   • Saya bertanya, bagaimana kiat mendidik 13 putra dengan kesibukan seperti Bunda Yoyoh? Jawab beliau; “Mereka milik Allah, kami hanya dititipi. Kami selalu mohon bantuan Pemiliknya untuk menjaga mereka, mendoakan kebaikan di manapun berada. Selebihnya seperti dalam QS An Nisaa’ ayat 9, cara membesarkan anak adalah dengan mewujudkan taqwa dalam ‘amal & jujur dalam kata.”    ….   “Sungguh elok Allah berikan kematian beliau. Tdk saja dalam ta’at dlm ibadah, tetapi ta’at kpd manhaj dan jama’ah. Sungguh beruntunglah duhai Bunda.” (Irwan Dahlan)   ….   “ya ALLAH…jadikan anakku mewarisi keperibadiannya…(ibu yoyoh) amiiin….semoga ALLAH mengganti1000 orang seperti beliau untuk PKS….AMIIN.” (Akhmad Kholil)   ….   Kesaksian wartawan detik.com (Ramadhian Fadillah) sbgmn dimuat di detik.com:   Dalam tes uji kelayakan calon Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, seorang anggota FPKS meminta agar Panglima TNI memperbolehkan wanita TNI boleh berjilbab. Hal ini sudah diterapkan di Aceh, dan tidak menjadi masalah.   “Kalau bisa wanita bisa berpakaian sesuai aturan agama. Ini tidak akan mengganggu tugasnya,” katanya saat itu.   Wanita itu anggota FPKS, Yoyoh Yusroh.   Penulis ingat itu pertama kali penulis berkenalan dengan beliau. Beberapa hari kemudian penulis ditugaskan kantor untuk meliput rombongan Viva Palestina yang akan tergabung dalam Lifeline 5. Kebetulan Ibu Yoyoh memimpin rombongan Viva Palestina dari Indonesia. (Bu Yoyoh berhasil menembus Gaza, sedang penulis tidak berhasil dan kembali ke Jkt)   Penulis bertemu terakhir dengan Ibu Yoyoh saat diundang harian Republika. Beliau mengajak seluruh rombongan untuk bertemu. Dia bercerita bagaimana kondisi di Gaza, semangat orang-orangnya dan optimisme mereka menjalani hidup. Beliau juga bercerita pria-pria berwajah teduh yang menyerahkan hidupnya untuk mempertahankan Palestina. Menjadi Jundullah atau tentara Allah.   Penulis duduk di pojok. Menunduk, menahan air mata mendengar beliau dengan semangat menceritakan itu semua.   Ibu Yoyoh bilang, dia masih ingin kembali ke Palestina. Melakukan tindakan kemanusiaan di sana. Tapi Allah rupanya berkehendak lain. Beliau meninggal saat kecelakaan dini hari tadi.   Hari ini, PKS kehilangan tokoh terbaiknya. Umat Islam di Indonesia juga kehilangan seorang pejuangnya.   Dan samar, entah dari mana penulis mendengar sebuah lagu.. We will not go down in the night without the fight, we will not go down in Gaza tonight..   Selamat jalan Ibu Yoyoh..         *)dihimpun oleh admin pkspiyungan dari twit @ridlwanjogja, @dianyaa, fb, republika, detik.com, dll. keterbatasan kami hingga banyak yg blum terkliping.      *posted:  pkspiyungan.blogspot.com
Oleh: Pks Jakarta Pusat

Diposting oleh Rumaisah di 00.05 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Rumaisah Al-Klataki

Senin, 16 Mei 2011

KIRA-KIRA
Karangan : Cynthia Kadohata
       Pada tahun 1950-an ketika masih di taman kanak-kanak,Katie Takeshima pindah dari Iowa ke Georgia,AS,bersama orang tua dan kakaknya,Lynn. Sebagai keturunan Jepang di AS,orang tua Katie hanya memperoleh pekerjaan seadanya di perusahaan pengolahan ayam.
            Katie tinggal di kota kecil bernama Chesterfield. Gedung apertemen yang ia tinggali di Chasterfield terdiri atas satu lantai yang didalamnya hanya terdapat dua kamar yang sangat mungil,ruang duduk,dapur,dan kamar mandi.
            Katie mempercayai dan mengagumi Lynn, bahkan meskipun nasihat kakaknya itu kadang tidak masuk akal. Lynn juga memberi tahunya segala hal,mulai dari betapa istimewanya warna langit,laut,dan mata manusia,sampai masalah rasial. Sepulang sekolah Lynn,Katie dan beberapa anak di sekitar tempat tinggalnya biasa berbaring dan memandangi awan. Lynn sangat suka dengan hal-hal yang berkaitan dengan laut,oleh karena itu jika kelak ia dewasa,ia ingin memiliki rumah di tepi pantai California.
            Lynn semakin lama semakin bersikap dewasa. Gregg,cowok paling populer di kelasnya,menyukainya. Akhirnya, salah satu gadis yang populer, Amber, naik peringkat menjadi teman akrab kedua Lynn setelah Katie adiknya. Katie tidak suka melihat Lynn berteman dengan Amber, karena Amber suka mengajari Lynn cara berjalan modelling.
                Ketika Lynn mengidap limfoma, mereka semua sedih,namun seiring perjuangan mereka menghadapi penyakit yang memburuk itu, Katie terus berpegangan pada pendapat Lynn, bahwa selalu ada sesuatu yang gemerlap─kira-kira. Semakin hari kondisi Lynn semakin kritis, orangtua mereka tidak dapat membawa Lynn ke Dokter karena tidak mamiliki biaya, sampai akhirnya Lynn meninggal. Tahun Baru kali ini, Katie tidak dapat merayakannya dengan Lynn. Katie sangat sedih kehilangan Lynn,tapi laut segera membuatnya merasa gembira lagi. Di sini, di laut─terutama sekali di laut, Katie bisa mendengar suara kakaknya seiring debur ombak: ”Kira-kira! Kira-kira!”

Diposting oleh Rumaisah di 10.22 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Rumaisah imOetz
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Translate


slideshow | Viewer

My Facebook

Rumaisah

Buat Lencana Anda

MY INSTAGRAM


Twitter

Tweet oleh @Iesah_14

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Rumaisah
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ▼  2015 (1)
    • ▼  Februari (1)
      • Liburan ke Gunung Kelud
  • ►  2013 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2011 (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2010 (12)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (1)

Female Bear Cute With Flower Hairpin

My Visitor

Entri Populer

  • FABEL DALAM BAHASA INGGRIS~The Lion and The Mouse
    A Lion was sleeping peacefully when he was woken by something running up and down his back and over his face. Pretending to be still asleep,...
  • FOTO~ Grup "PERSEA" - SMPN 2 BANYUWANGI
    haha... ini tmen" qw pas mreka lgi rekreasi di Atlanta, ini pas kmi msih kls 7, haha... wjah.x lcu" yach.. syang qw pas it nggak ...
  • Folklor - ASAL USUL DESA KLATAK
    Pada jaman dahulu di suatu tempat dengan posisi geografis sebelah utara kota Banyuwangi merupakan wilayah yang dikenal sebagai tempat yang...
  • KARYA TULIS ILMIAH SISWA SMPN 2 BANYUWANGI KLS 8A
    Bahan-Bahan Kimia Industri Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan produk-produk industri yang dapat memenuhi kebutu...
  • Dassault Rafale-PESAWAT TEMPUR SERBAGUNA BUATAN PRANCIS
    Dassault Rafale (dijuluki sebagai Squall dalam Bahasa Inggris ) adalah pesawat tempur serbaguna generasi ke-4.5, bermesin dua, dan bersay...
  • LIRIK LAGU AFGAN - BAWALAH CINTAKU :)
    Sumpah tak ada lagi Kesempatan untuk ku Bisa bersamamu Kini ku tau Bagaimana cara ku Untuk dapat trus denganmu Reff: Bawalah pergi ci...
  • Puisi-Cita-Cita
    R asa hati ingin menggapaimu U ntuk masa depanku M embaca sebagai hobiku A ku selalu menuntut ilmu I lmu yang aku cita-citakan S ebagai...
  • Tangkuban Perahu Story in englishThe Story of Sangkuriang and Tangkuban Perahu Mountain
    Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in form of dog,his name is Tumang, a mother which was c...
  • Bahasa Cinta Ala Kimia
    dala m deret Volta Ku Pikir Hati mu bagaikan Natrium ( Na ) yang sudah luruh hanya dengan Air Dingin Hati mu juga bukan lah Ferrum ( F...
  • Membatik-Seni Rupa kelas X8 dan X9 (Smagi)
    Ini adalah tahap mencanting batik dengan malam/lilin yang dilelehkan  kebersamaan yang terasa ketika saya dan teman-teman seni rupa l...
Powered By Blogger
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.