> -->

Rumaisah

Assalamu'alaikum teman-teman, semoga kalian suka melihat blog saya, dan tidak membuat kalian bosan.. Selamat Melihat...

Laman

  • Beranda
  • ART
  • TUTORIAL TIK
  • MY GALERY
  • MOTIVATION
  • CREATION & INOVATION
  • MORE
  • STUDY LANGUAGE
WELCOME TO MY BLOG (TRY TO DO IT, THE BEST)

Sabtu, 04 Juni 2011

Kesaksian-Kesaksian….. dari ust Hilmi hingga detik.com (in memoriam, Yoyoh Yusroh)

Usai mensholatkan jenazah (alm) Yoyoh Yusroh, Ust. Hilmi Aminuddin (Ketua Majlis Syuro DPP PKS) menceritakan kisah hidup bunda Yoyoh. Terbata-bata. Sembab. Ust Hilmi bertutur:   “Saya kenal sejak pertengahan 80-an, saat beliau masih mahasiswi IAIN Ciputat. Tak hanya mendengarkan ceramah, Yoyoh komitmen untuk ikut dalam gerakan dakwah. Dia tak hanya mendengar tapi berbuat.”   “Ketika saya dipenjara Soeharto Orba 2 tahun, dia sabar terus dakwah. Keluar penjara, saya dilapori perkembangan dakwah dari beliau.”   “Suatu saat ketika sudah siap untuk menikah Yoyoh meminta dicarikan. Yoyoh bilang “yang menjadi suami saya adalah yang dipilih oleh jama’ah dan da’wah.”   “Kehilangan Yoyoh adalah kehilangan bagi dakwah internasional. Saya dapat ucapan takziah dari seluruh dunia. Dari jalur Gaza, mujahidin Palestina semua berdoa utk almarhumah. Pasukan perdamaian TNI di Darfur Sudan juga kirim takziah.”    (Yoyoh menjadi anggota dewan 3 periode sejak 1999. Pernah di komisi pendidikan, agama, terakhir di Komisi I (militer dan internasonal). Yoyoh berhasil menembus blokade Israel dan membawa bantuan masyarakat Indonesia ke jalur Gaza dan membantu buat rumah sakit di Gaza. Begitu pula di Sudan dengan misi perdamaian.)     ….   Tak hanya anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saja yang merasa kehilangan sosok almarhumah Yoyoh Yusroh. Anggota Partai Demokrat Ruhut Sitompul juga mengatakan sangat kehilangan atas kepergian wanita yang dikenal bersahaja tersebut.   “Orang baik memang selalu cepat dipanggil,” ujarnya saat ditemui di rumah duka, di Komplek DPR, Kalibata, Sabtu (21/5).   Menurutnya, Yoyoh adalah sosok yang sangat bersahaja. Ia juga dikenal mudah bergaul dengan siapa saja. Tak hanya kerap memperhatikan kinerja anggota fraksinya saja, Yoyoh juga sering memberikan motivasi pada fraksi lain.   “Orangnya sangat familiar. Di DPR juga ia bergaul dengan semua,” tambah Ruhut.   Pria kelahiran Medan tersebut juga menuturkan Yoyoh yang memiliki 13 anak juga berhasil dalam mendidikan putra putrinya. Ia menilai, semua anak dari Yoyoh merupakan sosok yang berhasil. (Republika)   ….   Cerdas, Santun dan Rendag Hati. Inilah penilaian Tantowi Yahya ketika menggambarkan sosok Yoyoh Yusroh. Sebagai sesama anggota komisi I DPR RI yang membidangi masalah internasional, anggota dari fraksi Golkar itu sangat mengagumi Yoyoh.   Ditemui di lokasi persemayaman almarhumah, di komplek perumahan DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, Tantowi mengaku sangat terkesan dengan sosok almarhumah. “Beliau adalah sosok yang sederhana, bersahaja, dan cerdas.”   Menurut Tantowi tidak ada sifat–sifat sirik dan benci yang biasa dimiliki oleh seorang politisi terhadap temannya dalam satu komisi. “Bagi bu Yoyoh, tidak ada kompetisi dalam teman sesama anggota satu komisi,” Hal ini diketahui Tantowi setelah bergaul dan bekerja cukup lama dengan ibu tiga belas anak tersebut. “Selain itu, beliau juga bukan orang yang pelit pujian. Kalau ada orang yang bertanya dan pertanyaan tersebut bagus, maka beliau langsung memujinya.”   Tantowi juga menambahkan, sebagai orang yang terhitung baru di dalam komisi I DPR RI, Yoyoh termasuk orang yang mudah beradaptasi dengan tugas pokok dan teman sesama anggota komis. “Padahal tugas pokok komisi I dan komisi VIII tempat beliau semula sangat berbeda,” ujarnya.   Menurut Tantowi, tidak hanya PKS saja yang kehilangan sosok wanita yang meninggal pada usia 49 tahun itu, tapi juga seluruh bangsa Indonesia. Almarhumah juga dinilai sebagai sosok yang sangat fokus terhadap isu Timur Tengah dan ketenagakerjaan. “Kalau untuk Timur Tengah, beliau sangat fokus terutama pada isu Palestina,”. Sedangkan untuk isu ketenagakerjaan, Tantowi menilai kepedulian Yoyoh disebabkan karena banyaknya jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. (Republika)   ….   “Kalau kita pernah ngobrol dg ustadzah Yoyoh Yusroh mk pasti kita akan merasakan semangat dakwah yg begitu menyala-nyala. insya Allah nyala semangat beliau akan terus diwarisi oleh mujahidah2 dakwah lain, termasuk yg blm lahir. selamat jalan, mujahidah yg istiqamah.. (Abdul Wahid Surhim, Kaderisasi DPP)   …   48 jam sebelum wafat, Ustadzah Yoyoh Yusroh sms pada seorang sahabatnya:  “Ya Rabb, aku sedang memikirkan bagaimana posisiku kelak di akhirat…. Mungkinkah aku brdampingan dg Khadijah ummul mukminin, atau Aisyah yang hafal 3500 hadits atau Ummu Sulaim yang sabar, atau Asma’ yg pandai menyiapkan kendaraan perang suami dan menyemangati putranya utk jihad. Ya rabb, tolong beri kekuatan agar bs berbincang dg mereka kelak di taman firdaus.”   Ini sms #Bunda Yoyoh 48 jam sblm wafat.    “Dan saya bersaksi, ia adalah salah satu hambaMu yang paling hamba, ya Rabb. Sungguh, saya tak pernah mengenal muslimah lain di negeri ini yang hidupnya lebih produktif dan efektif daripada beliau. Semoga Engkau memberi beliau tempat terbaik dan terindah di sisiNya. Amin.” (Helvy Tiana Rosa)   ….   “Ya Allah ya Rabb, Sy aboebakar alhabsyi bersaksi bahwa ustadzah yoyoh yusroh adalah min ahlilkhoir dan seorang mujahidah daiyah.” (Aboe Bakar Al-Habsy, aleg PKS DPR RI)   ….    “Ya ALLAAH dg segala kelemahanku aku bersaksi bhw ustzh Yoyoh adalah Da’I n Mujahidah, ikhlas berjuang, rendah hati n jauh dari riya n sum’ah.” (Nabiel Al-Musawa, aleg PKS DPR RI)    ….   Enam tahun yang lalu saya dan istri bertemu seorang ibu yang baik hati dalam penerbangan b.aceh-medan, beliau menyapa kami “kalian pengantin baru kan?” Saya dan istri mengangguk tersenyum malu tidak menyangka ada yang mengenal kami berdua sebagai pengantin baru. Beliau bertanya lagi “kalian relawan tsunami Aceh kan?”. “Betul Bu”. Saya pun semakin bingung kok beliau banyak tahu tentang kami. Beliau memperkanalkan diri “Saya Ibu Yoyoh”. Masya Allah seorang tokoh muslimah dari PKS begitu akrab menyapa kami. Itulah awal kami mengenal beliau. Hari ini Bu Yoyoh sudah kembali ke pangkuan ilahi, Innalillahi wa inna ilaihi Rajiun. (Wahyu de Mattawang)    ….     Salim A Fillah (twit):   • Hanya berkesempatan beberapa kali jumpa Bunda Yoyoh, saya selalu berada dalam perasaan antara takjub & malu. Satu saat, sebelum suatu acara di mana #Bunda #Yoyoh & P’ Budi Dharmawan menjadi pembicara serta saya sebagai moderatornya;    • Di belakang panggung tersaksikan suami-isteri itu bergandengtangan, saling bertatap sambil tersenyum, & saling menyimak-ulang hafalan Al Quran! MasyaaLlh.    • Saya bertanya, berapa Juz masing-masing mereka membaca Al Quran seharinya? Kata Bunda Yoyoh, “Sangat kurang dibanding apa yang harus kami penuhi selayaknya. Hanya 3 Juz.”    • Saya: “Bukannya P’ Budi & Bunda Yoyoh sibuk sekali, bagaimana bisa menyempatkan sebanyak itu?”   • “Justru karena sibuk & banyak hadapi aneka persoalan serta begitu beragam manusia, maka HARUS memperbanyak Al Quran”, kata Bunda Yoyoh.   • Saya juga ingat, P’ Budi kalau memanggil Bunda Yoyoh, “Istriku, Cintaku, Kasihku, Sayangku, Yoyoh yang Shalihah!”, pun di forum itu.   • Saya bertanya, bagaimana kiat mendidik 13 putra dengan kesibukan seperti Bunda Yoyoh? Jawab beliau; “Mereka milik Allah, kami hanya dititipi. Kami selalu mohon bantuan Pemiliknya untuk menjaga mereka, mendoakan kebaikan di manapun berada. Selebihnya seperti dalam QS An Nisaa’ ayat 9, cara membesarkan anak adalah dengan mewujudkan taqwa dalam ‘amal & jujur dalam kata.”    ….   “Sungguh elok Allah berikan kematian beliau. Tdk saja dalam ta’at dlm ibadah, tetapi ta’at kpd manhaj dan jama’ah. Sungguh beruntunglah duhai Bunda.” (Irwan Dahlan)   ….   “ya ALLAH…jadikan anakku mewarisi keperibadiannya…(ibu yoyoh) amiiin….semoga ALLAH mengganti1000 orang seperti beliau untuk PKS….AMIIN.” (Akhmad Kholil)   ….   Kesaksian wartawan detik.com (Ramadhian Fadillah) sbgmn dimuat di detik.com:   Dalam tes uji kelayakan calon Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, seorang anggota FPKS meminta agar Panglima TNI memperbolehkan wanita TNI boleh berjilbab. Hal ini sudah diterapkan di Aceh, dan tidak menjadi masalah.   “Kalau bisa wanita bisa berpakaian sesuai aturan agama. Ini tidak akan mengganggu tugasnya,” katanya saat itu.   Wanita itu anggota FPKS, Yoyoh Yusroh.   Penulis ingat itu pertama kali penulis berkenalan dengan beliau. Beberapa hari kemudian penulis ditugaskan kantor untuk meliput rombongan Viva Palestina yang akan tergabung dalam Lifeline 5. Kebetulan Ibu Yoyoh memimpin rombongan Viva Palestina dari Indonesia. (Bu Yoyoh berhasil menembus Gaza, sedang penulis tidak berhasil dan kembali ke Jkt)   Penulis bertemu terakhir dengan Ibu Yoyoh saat diundang harian Republika. Beliau mengajak seluruh rombongan untuk bertemu. Dia bercerita bagaimana kondisi di Gaza, semangat orang-orangnya dan optimisme mereka menjalani hidup. Beliau juga bercerita pria-pria berwajah teduh yang menyerahkan hidupnya untuk mempertahankan Palestina. Menjadi Jundullah atau tentara Allah.   Penulis duduk di pojok. Menunduk, menahan air mata mendengar beliau dengan semangat menceritakan itu semua.   Ibu Yoyoh bilang, dia masih ingin kembali ke Palestina. Melakukan tindakan kemanusiaan di sana. Tapi Allah rupanya berkehendak lain. Beliau meninggal saat kecelakaan dini hari tadi.   Hari ini, PKS kehilangan tokoh terbaiknya. Umat Islam di Indonesia juga kehilangan seorang pejuangnya.   Dan samar, entah dari mana penulis mendengar sebuah lagu.. We will not go down in the night without the fight, we will not go down in Gaza tonight..   Selamat jalan Ibu Yoyoh..         *)dihimpun oleh admin pkspiyungan dari twit @ridlwanjogja, @dianyaa, fb, republika, detik.com, dll. keterbatasan kami hingga banyak yg blum terkliping.      *posted:  pkspiyungan.blogspot.com
Oleh: Pks Jakarta Pusat

Diposting oleh Rumaisah di 00.05 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Rumaisah Al-Klataki

Senin, 16 Mei 2011

KIRA-KIRA
Karangan : Cynthia Kadohata
       Pada tahun 1950-an ketika masih di taman kanak-kanak,Katie Takeshima pindah dari Iowa ke Georgia,AS,bersama orang tua dan kakaknya,Lynn. Sebagai keturunan Jepang di AS,orang tua Katie hanya memperoleh pekerjaan seadanya di perusahaan pengolahan ayam.
            Katie tinggal di kota kecil bernama Chesterfield. Gedung apertemen yang ia tinggali di Chasterfield terdiri atas satu lantai yang didalamnya hanya terdapat dua kamar yang sangat mungil,ruang duduk,dapur,dan kamar mandi.
            Katie mempercayai dan mengagumi Lynn, bahkan meskipun nasihat kakaknya itu kadang tidak masuk akal. Lynn juga memberi tahunya segala hal,mulai dari betapa istimewanya warna langit,laut,dan mata manusia,sampai masalah rasial. Sepulang sekolah Lynn,Katie dan beberapa anak di sekitar tempat tinggalnya biasa berbaring dan memandangi awan. Lynn sangat suka dengan hal-hal yang berkaitan dengan laut,oleh karena itu jika kelak ia dewasa,ia ingin memiliki rumah di tepi pantai California.
            Lynn semakin lama semakin bersikap dewasa. Gregg,cowok paling populer di kelasnya,menyukainya. Akhirnya, salah satu gadis yang populer, Amber, naik peringkat menjadi teman akrab kedua Lynn setelah Katie adiknya. Katie tidak suka melihat Lynn berteman dengan Amber, karena Amber suka mengajari Lynn cara berjalan modelling.
                Ketika Lynn mengidap limfoma, mereka semua sedih,namun seiring perjuangan mereka menghadapi penyakit yang memburuk itu, Katie terus berpegangan pada pendapat Lynn, bahwa selalu ada sesuatu yang gemerlap─kira-kira. Semakin hari kondisi Lynn semakin kritis, orangtua mereka tidak dapat membawa Lynn ke Dokter karena tidak mamiliki biaya, sampai akhirnya Lynn meninggal. Tahun Baru kali ini, Katie tidak dapat merayakannya dengan Lynn. Katie sangat sedih kehilangan Lynn,tapi laut segera membuatnya merasa gembira lagi. Di sini, di laut─terutama sekali di laut, Katie bisa mendengar suara kakaknya seiring debur ombak: ”Kira-kira! Kira-kira!”

Diposting oleh Rumaisah di 10.22 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Rumaisah imOetz

Kamis, 24 Maret 2011

Dassault Rafale-PESAWAT TEMPUR SERBAGUNA BUATAN PRANCIS

Dassault Rafale (dijuluki sebagai Squall dalam Bahasa Inggris) adalah pesawat tempur serbaguna generasi ke-4.5, bermesin dua, dan bersayap delta asal Perancis yang dibuat oleh Dassault Aviation. Rafale dirancang sebagai pesawat berpangkalan di daratan maupun di kapal induk.
Rafale adalah wujud dari program standardisasi ambisius Militer Perancis untuk visi 2025-2030, yakni sebagai pengganti lima pesawat yang bertugas di Angkatan Udara Perancis dan Angkatan Laut Perancis. Rafale dapat diperlengkapi dengan senjata nuklir. Selain untuk digunakan di negara asalnya, pesawat ini juga dijual untuk kebutuhan ekspor. Meskipun beberapa negara menyatakan minatnya untuk memiliki Rafale, namun belum ada nota resmi pemesanan lintas-negara yang disepakati.

Pengembangan
Pada pertengahan dasawarsa 1970-an, Angkatan Udara Perancis (Armée de l'Air) dan Angkatan Laut Perancis (Aéronavale) memerlukan pesawat tempur pengganti. Pesawat yang perlu diganti adalah SEPECAT Jaguar di Angkatan Udara dan F-8 Crusader di Angkatan Laut. Ternyata persyaratan projek pengadaan pesawat yang diajukan oleh kedua angkatan itu cukup bersesuaian jika digabung. Pada tahun 1983, Perancis mengadakan kontrak dengan Dassault untuk pembuatan pesawat peraga Avion de Combat eXpérimental (ACX). Negara-negara Eropa, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, dan Britania Raya sepakat untuk bersama-sama mengembangkan pesawat tempur baru pada awal dasawarsa 1980-an. Ketidaksetujuan terhadap ukuran pesawat dan kepemimpinan projek telah mengantarkan Perancis untuk mundur dari rencana itu pada tahun 1985. Perancis mengembangkan Rafale yang lebih kecil, sedangkan negara lainnya mengembangkan pesawat yang kemudian disebut Eurofighter Typhoon.

Purwarupa Dassault Rafale A
Peraga teknologi Rafale A selesai dibangun pada akhir tahun 1985 dan menjalani terbang perdananya pada 4 Juli 1986. Mesin SNECMA M88 yang baru saja dikembangkan ternyata dianggap kurang matang untuk program uji-coba perdana, sehingga pesawat peraga itu terbang menggunakan kipas turbo pascabakar General Electric F404-GE-400 seperti yang digunakan pada F/A-18 Hornet. Pemesanan produksi dimulai pada tahun 1988.
Pengujian tahap berikutnya dilanjutkan, termasuk pendaratan touch-and-go (mendarat dan segera lepas landas kembali) di atas kapal induk dan uji-terbang mesin M88, sebelum Rafale A purnatugas pada tahun 1994. Meskipun Rafale A dan British Aerospace EAP adalah sebanding, ketika Eurofighter pertama terbang perdana pada bulan Maret 1994, Rafale pra-serial telah menjalani uji terbang selama tiga tahun, termasuk uji kapal induk; Rafale C01, Rafale M01, dan Rafale B01 masing-masing terbang perdana pada bulan Mei 1991, Desember 1991, dan April 1993.
Tiga jenis Rafale termasuk ke dalam pesanan produksi awal:
  • Rafale C (Chasseur) Pesawat tempur satu kursi untuk AdA (Armée de l'Air, Angkatan Udara Perancis)
  • Rafale B (Biplace) Pesawat tempur dua kursi untuk AdA
  • Rafale M (Marine) Pesawat tempur kapal induk satu kursi untuk Aéronavale
Purwarupa Rafale C terbang pada tahun 1991, kemudian yang pertama dari dua purwarupa Rafale M terbang pada tahun itu juga. Purwarupa Rafale B terbang pada awal tahun 1993, dan purwarupa Rafale M kedua terbang pada tahun yang sama. Uji ketapel pesawat mulanya diangkut antara 13 Juli dan 23 Agustus 1992 di Stasiun Rekayasa Udara Angkatan Laut Lakehurst di New Jersey, Amerika Serikat dan Stasiun Rekayasa Udara Angkatan Laut Sungai Patuxent di Maryland, Amerika Serikat, karena Perancis tidak memiliki fasilitas uji ketapel berbasis daratan. Pesawat itu kemudian menjalani pengujian di atas kapal induk FS Foch.
Rafale M Angkatan Laut Perancis   mempertunjukkan touch and go di kapal induk USS John C. Stennis (CVN-74).

Mulanya, Rafale B hanya dimaksudkan sebagai pesawat latih, tetapi pengalaman Perang Teluk dan Perang Kosovo menunjukkan bahwa anggota kru kedua tidak begitu bermanfaat untuk misi pengintaian dan penyerangan, dan oleh karena itu Rafale B lebih banyak dipesan, menggantikan beberapa Rafale C. 60% dari pesawat ini memiliki dua kursi. Angkatan Laut menyelidiki versi angkatan laut dengan dua kursi. Tidak ada pesawat produksi ataupun purwarupa yang dibuat.
Ketakpastian ekonomi dan politik menyebabkan produksi Rafale M ditunda sampai tahun 1999.
Perancis diharapkan memesan 294 Rafale: 234 untuk Angkatan Udara dan 60 untuk Angkatan Laut. Kini, 120 Rafale telah dipesan secara resmi oleh Militer Perancis. Kesemuanya ini dikirimkan dalam tiga tahap yang berbeda, yang terbaru adalah pada pesanan bulan Desember 2004 sebanyak 59 pesawat.
Versi angkatan laut diprioritaskan untuk menggantikan pesawat F-8 Crussader yang lebih tua. Pengiriman dimulai pada tahun 2001 dan jenis ini "mulai bertugas" pada tanggal 4 Desember 2000, meskipun skuadron pertama, Flotille 12, tidak mengalami perombakan sebelum tanggal 18 Mei 2001. Pesawat ini dicadangkan di Kapal Induk Charles de Gaulle pada tahun 2002, dan beroperasi penuh sejak tanggal 25 Juni 2004, menyusul diperpanjangnya evaluasi operasional yang mencakup terbang pendamping terbatas dan misi tanker guna mendukung Operasi Enduring Freedom di Afghanistan.
Angkatan Udara Perancis menerima tiga pertama Rafale B (untuk standar F2) pada akhir Desember 2004. Mereka diberangkatkan ke Centre d'Expériences Aériennes Militaires (CEAM) di Mont-de-Marsan untuk evaluasi operasional dan pelatihan pilot konversi terkait.

Aerodinamika
Rafale berfiturkan sayap delta dipadukan dengan kanard aktif terintegrasi (dekat-berpasangan) untuk memaksimalkan kemampuan manuver (+9 g atau -3 g) sambil memelihara kestabilan terbang, nilai maksimum 11 g dapat diraih dalam keadaan darurat. Kanard juga mengurangi laju pendaratan hingga 115 knot. Menurut sumber internal (Les essais en vol du Rafale) batas laju terendah adalah 100 kt tetapi 80 kt kadang-kadang diperagakan pada pameran dirgantara oleh pilot untuk mengungkapkan mutu laju rendah pesawat ini. "Batas minimum 15 kt dapat dicapai pada saat simulasi tempur melawan Mirage 2000 oleh seorang pilot agresif." Pesawat ini dapat dioperasikan dari landas pacu yang hanya berpanjang 400 meter.


Sistem tempur
                                                              Komplemen senjata Rafale.

Rafale diperlengkapi dengan sistem pertahanan elektronik terintegrasi yang disebut Spectra yang menyediakan teknologi siluman virtual berbasis perangkat-lunak. Sensor terpenting yang dimiliki adalah radar RBE2 Passive Electronically Scanned Array buatan Thales Group. Thales mengaku sebagai pihak yang pertama mencapai tingkat kesadaran situasional melalui deteksi dini dan pelacakan multi-sasaran udara untuk pertempuran jarak dekat dan pencegatan berjelajah-jauh, juga penciptaan seketika peta lapangan tiga-dimensi di hadapan dan penciptaan seketika peta daratan beresolusi tinggi untuk navigasi dan penentuan sasaran.
Di dalam lingkungan ketika pengelolaan pengenalan diperlukan, Rafale dapat menggunakan beberapa sistem sensor pasif. Sistem optik-listrik bagian-depan atau Optronique Secteur Frontal (OSF), dikembangkan oleh Thales, secara utuh terintegrasi di dalam pesawat ini dan dapat beroperasi dalam panjang gelombang mata telanjang maupun infra merah.
Sistem perlindungan diri elektronik SPECTRA, yang dikembangkan oleh Thales dan EADS Perancis, memberi pesawat ini kemampuan tertinggi untuk bertahan melawan ancaman dari udara maupun daratan. Pranala data seketika memungkinkan komunikasi tidak hanya dengan pesawat lain, tetapi juga dengan komando bergerak, komando tetap, dan pusat kendali. Untuk misi-misi yang memerlukannya, Rafale sebenaranya juga akan menggunakan poda perancangan laser/optik-listrik Damoclès yang membawa kemampuan LGB sepanjang siang dan malam, meskipun Angkatan Udara Perancis berencana memperlengkapi Rafale dengan senjata standoff, sedangkan peran LGB diserahkan kepada Dassault Mirage 2000.
Sistem inti Rafale membekerjakan Avionik Modular Terintegrasi (IMA), yang disebut Satuan Pengolahan Data Modular (Modular Data Processing Unit), disingkat MDPU. Arsitektur ini menjadi tuan rumah bagi semua fungsi inti Rafale sebagai Sistem Pengelolaan Penerbangan, Fusi Data, Kendali Penembakan, Antarmuka Mesin-dan-Manusia, dll.
Harga keseluruhan radar, komunikasi elektronik, dan perlengkapan perlindungan diri adalah sekira 30% biaya pembuatan pesawat.
Kemampuan serang-darat Rafale dibatasi oleh kekurangan poda penentuan sasaran tingkat lanjut, tetapi ini akan diperbaiki dengan menambahkan poda penentuan sasaran Damocles dan pengintaian Reco NG/Areos buatan Thales Optronique pada standar F-3.

Radar AESA
Radar Susunan Terpindai Elektronis Aktif AESA RBE2 AA buatan Thales digunakan untuk menggantikan Susunan Terpindai Pasif RBE2 yang terpasang. Thales mengirimkan radar baru itu pada bulan Agustus 2010 untuk digunakan pada tranche Rafale keempat. Seluruhnya ada 60 tranche, yang masing-masing tranche itu terdiri dari empat pesawat telah dipesan pada waktu itu. Skuadron pesawat yang diperlengkapi AESA ini diharapkan dapat dioperasionalkan pada tahun 2012. Thales juga mengaku bahwa radar AESA akan memperbaiki kemampuan operasional pesawat dalam hal jelajah, kemampuan mencegat, kemampuan membuntuti, dan penangkalan.

Kokpit
Kokpit menggunakan kursi pelontar Mark 16F "nol-nol" buatan Martin-Baker, yang mampu digunakan pada laju nol dan ketinggian nol. Kursi ini berkemiringan 29 derajat ke belakang untuk memperbaiki toleransi gaya G. Engsel kanopi dapat membuka ke sisi kanan. Sistem terintegrasi penghasil oksigen disediakan untuk menghilangkan kebutuhan banyak kotak oksigen.
Pada kokpit terdapat tampilan atas kepala (Head-Up Display, disingkat HUD), holografis bersudut lebar; dua tampilan serbaguna (Multi-Function Display, disingkat MFD), yang merunduk dan merupakan panel datar berwarna; dan tampilan collimated pusat. Antartindak pilot-dan-tampilan memanfaatkan sentuhan, dalam hal ini pilot menggunakan sarung tangan kulit berlapis sutera. Selain itu, dalam pengembangan sepenuhnya, pilot dilengkapi dengan tampilan melekat kepala (Head-Mounted Display, disingkat HMD).
Pilot menerbangkan pesawat ini dengan pengendali tongkat-samping yang terpasang di sisi kanannya dan katup penutup di sisi kanannya. Kokpit Rafale juga direncanakan untuk menyertakan Direct Voice Input (DVI), yang memungkinkan pilot memberikan perintah menggunakan suaranya.

Fitur pengabur radar
Meskipun bukan sebagai pesawat siluman sejati, menurut Dassault, Rafale mampu mengaburkan pengenalan radar, sementara sebagian besar fitur desain siluman diklasifikasi, penggunaan bahan komposit dan pola bergerigi di tepian sayap dan kanard berjejak berperan untuk mengurangi daya pindai radar.

Standar
Pengiriman perdana Rafale M bersesuaian dengan standar F1 ("France 1"). Ini artinya pesawat Rafale cocok untuk tujuan tempur udara-ke-udara, menggantikan F-8 Crusader yang sudah kadaluarsa sebagai pesawat tempur Angkatan Laut Perancis berbasis kapal induk, tetapi tidak diperlengkapi oleh, juga tidak dipersenjatai untuk operasi udara-ke-daratan. Pengiriman sebenarnya (kepada Flotille 11, pada suatu waktu setelah tahun 2007) adalah untuk memenuhi standar "F2", memberikan kemampuan udara-ke-daratan, dan menggantikan Dassault-Breguet Super Étendard dalam peran serang-darat dan Dassault Étendard IVP dalam peran pengintaian. Ini akan meninggalkan Rafale M hanya sebagai pesawat tempur bersayap kaku yang diterbangkan oleh Angkatan Laut Perancis, dan rencana untuk memperbaiki semua badan pesawat agar sesuai dengan standar "F3", dengan kemampuan nuklir dan radar 3D menjejaki kontur permukaan, dari permulaan dasawarsa setelah tahun 2010. Perbaruan ini dilakukan bagi 10 Rafale F-1 Angkatan Laut Perancis pada tahun 2010.
Rafale C pertama dikirimkan kepada Angkatan Udara Perancis, pada bulan Juni 2005, memenuhi standar "F2", dan telah ditindaklanjuti bahwa perbaruan pesawat milik Angkatan Laut Perancis juga akan dilakukan lagi di masa depan. Rafale menggantikan peran SEPECAT Jaguar, Mirage F1, dan Mirage 2000 di Angkatan Udara Perancis.

Sejarah operasional
Perancis

Rafale M sedang mendarat di atas kapal induk.
Rafale kini sedang bertugas dalam peran percobaan dan pelatihan bersama Angkatan Udara Perancis (CEAM/EC 5/330), dan EC 1/7 di Saint-Dizier diharapkan menerima inti dari 8–10 Rafale F2 pada Musim Panas 2006, dan Rafale memasuki penugasan penuh (dengan kemampuan udara-ke-udara yang kuat dan ketepatan serang udara-ke-darat yang bagus) pada pertengahan tahun 2007 (ketika EC 1/7 akan memiliki kira-kira 20 pesawat, 15 berkursi dua dan 5 berkursi satu). Pesawat ini telah berada dalam penugasan terbatas bersama Angkatan Laut Perancis (Flotille 12F) dalam peran udara-ke-udara, dan telah mengambil alih sejumlah besar percobaan udara-ke-darat dan upaya evaluasi.
Rafale M sepenuhnya kompatibel dengan kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat dan beberapa pilot Angkatan Laut Perancis lulus kualifikasi untuk menerbangkan pesawat ini dari dek penerbangan Angkatan Laut Amerika Serikat.
Rafale yang pertama ditugaskan di daerah peperangan ketika Angkatan Laut Perancis menjalani Opération Héraclès, yakni keikutsertaan Perancis di dalam Operation Enduring Freedom. Mereka terbang dari kapal induk Charles de Gaulle di atas Afghanistan sejak tahun 2002, tetapi standar F1 menghindari misi udara-ke-darat dan Rafale tidak menjalani aksi apapun.
Pada bulan June 2002, ketika kapal induk Charles de Gaulle berada di Laut Arab, pesawat Rafale yang dipersenjatai ikut serta dalam patroli antar-posisi di dekat perbatasan India-Pakistan, menjadi tanda penting karir operasional Rafale M dan integrasinya bersama kapal induk itu.
Pada tahun 2007, setelah suatu perbaikan "crash program", enam Rafale diberi kemampuan untuk dapat menjatuhkan bom terpandu-laser, sebagai hasil evaluasi kinerja mereka di Afghanistan. Tiga dari pesawat-pesawat ini menjadi milik Angkatan Udara ditugaskan ke Dushanbe di Tajikistan, sedangkan tiga sisanya adalah Rafale Marines milik Angkatan Laut disiagakan di kapal induk Charles De Gaulle. Misi pertama berjalan pada tanggal 12 Maret 2007, dan GBU-12 pertama diluncurkan pada tanggal 28 Maret untuk mendukung serdadu Belanda yang bertugas di Afghanistan Selatan, menandai debut operasional Rafale. Mereka masih bergantung pada Mirage 2000Ds dan Super Étendards yang membawa poda penentu sasaran berbantuan laser untuk mendesain sasaran mereka.
Rafale direncanakan untuk menjadi pesawat tempur utama Angkatan Udara Perancis hingga tahun 2040 atau lebih lama lagi.
Pada bulan November 2009, Pemerintah Perancis memesan 60 pesawat lagi untuk melengkapi keseluruhan pesanan Angkatan Udara dan Angkatan Laut Perancis sebanyak 180 pesawat.
Pada tanggal 4 Juni 2010, sebuah Rafale milik Perancis menjadi pesawat jet tempur pertama milik angkatan laut asing yang menjalani penggantian mesinnya di atas kapal induk milik Amerika Serikat, pada saat latihan bersama kapal induk USS Harry S. Truman (CVN-75).
Diposting oleh Rumaisah di 18.32 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Rumaisah SCHOOL

Selasa, 01 Maret 2011

KATA~KATA MOTIVASI

v  Seorang sahabat yang mendo'akan kebaikan untuk sahabatnya tanpa diketahui oleh sahabatnya itu, maka para malaikat akan mendo'akan kebaikan untuknya seperti mana ia memohon kebaikan untuk sahabatnya...
v  There’s just too much that time cannot erase..
v  Make this day a smile to your day... :)
v  ‎"dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yag solehah" (HR.Muslim)
v  Senyumlah... jika engkau ingin orang lain tersenyum kepadamu.
v  ‎Berani untuk menawarkan bantuan Anda, bahkan kepada musuh Anda.
v   ‎Seharum kasturi seindah kasih Illahi.
v  Honesty is the best policy... ^_^
v  ‎Percayalah pada dirimu sendiri dan tiada suatu yang mustahil. Hargailah semua kesempatan dan lakukan yang terbaik.
v  Friendship often presents some trials, but true friendship can overcome even grow together with this trial..
v  ‎:) Friendship is not created automatically but requires a lengthy process such as iron sharpens iron, so a friend sharpens his friend :)
v  What we experience for the sake of friends is sometimes tedious and annoying, but that's what makes a beautiful friendship has a value
v  ‎_Bangunlah sebuah sikap berterima kasih. Katakan "TERIMA KASIH" pd setiap org utk segala sesuatu yang mereka lakukan utk kamu. Ini adalah investasi trhadap peluang jutaan dolar tanpa modal_
v  Kita jgn jdi Generasi P18 :
Pergi Pagi Pulang Petang Pala Pusing Perih Pinggang Pegal Pegal Pantat Panas Penis Penyakitan Penghasilan Pas Pasan,,,,
v  ‎Bertemanlah dengan orang yang mau menegur kamu jika kamu lupa, karena teman yang seperti itu akan membuat kamu menjadi orang yang lebih baik...
v  Kamu tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila kamu bersikeras untuk mempertahankan cara-cara lamamu. Kamu akan disebut baru, apabila cara-caramu baru..
v Andai semua HARTA adalah RACUN, maka ZAKATlah penawarnya. Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAQWA DAN TOBAT obatnya, jika semua BULAN adalah NODA maka RAMADHAN adalah pembersihnya...
Diposting oleh Rumaisah di 01.31 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Rumaisah Al-Klataki
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Translate


slideshow | Viewer

My Facebook

Rumaisah

Buat Lencana Anda

MY INSTAGRAM


Twitter

Tweet oleh @Iesah_14

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Rumaisah
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2015 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2013 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2012 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
  • ▼  2011 (4)
    • ▼  Juni (1)
      • Kesaksian-Kesaksian….. dari ust Hilmi hingga detik...
    • ►  Mei (1)
      • KIRA-KIRAKarangan : Cynthia Kadohata       Pada ta...
    • ►  Maret (2)
      • Dassault Rafale-PESAWAT TEMPUR SERBAGUNA BUATAN PR...
      • KATA~KATA MOTIVASI
  • ►  2010 (12)
    • ►  Desember (11)
    • ►  November (1)

Female Bear Cute With Flower Hairpin

My Visitor

Entri Populer

  • FABEL DALAM BAHASA INGGRIS~The Lion and The Mouse
    A Lion was sleeping peacefully when he was woken by something running up and down his back and over his face. Pretending to be still asleep,...
  • FOTO~ Grup "PERSEA" - SMPN 2 BANYUWANGI
    haha... ini tmen" qw pas mreka lgi rekreasi di Atlanta, ini pas kmi msih kls 7, haha... wjah.x lcu" yach.. syang qw pas it nggak ...
  • Folklor - ASAL USUL DESA KLATAK
    Pada jaman dahulu di suatu tempat dengan posisi geografis sebelah utara kota Banyuwangi merupakan wilayah yang dikenal sebagai tempat yang...
  • KARYA TULIS ILMIAH SISWA SMPN 2 BANYUWANGI KLS 8A
    Bahan-Bahan Kimia Industri Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan produk-produk industri yang dapat memenuhi kebutu...
  • Dassault Rafale-PESAWAT TEMPUR SERBAGUNA BUATAN PRANCIS
    Dassault Rafale (dijuluki sebagai Squall dalam Bahasa Inggris ) adalah pesawat tempur serbaguna generasi ke-4.5, bermesin dua, dan bersay...
  • LIRIK LAGU AFGAN - BAWALAH CINTAKU :)
    Sumpah tak ada lagi Kesempatan untuk ku Bisa bersamamu Kini ku tau Bagaimana cara ku Untuk dapat trus denganmu Reff: Bawalah pergi ci...
  • Puisi-Cita-Cita
    R asa hati ingin menggapaimu U ntuk masa depanku M embaca sebagai hobiku A ku selalu menuntut ilmu I lmu yang aku cita-citakan S ebagai...
  • Tangkuban Perahu Story in englishThe Story of Sangkuriang and Tangkuban Perahu Mountain
    Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in form of dog,his name is Tumang, a mother which was c...
  • Bahasa Cinta Ala Kimia
    dala m deret Volta Ku Pikir Hati mu bagaikan Natrium ( Na ) yang sudah luruh hanya dengan Air Dingin Hati mu juga bukan lah Ferrum ( F...
  • Membatik-Seni Rupa kelas X8 dan X9 (Smagi)
    Ini adalah tahap mencanting batik dengan malam/lilin yang dilelehkan  kebersamaan yang terasa ketika saya dan teman-teman seni rupa l...
Powered By Blogger
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.